Heyaaa!!
Ane balik lageee setelah kehabisan ide!
Langsung aja..
{We Are More Than Just Friends}
Pagi yang cerah menyinari jendela kamar seorang atlet karate, Mouri Ran.
Ran's Pov
Hoaaaam.... Jam berapa kira kira ya.. Hmm... Setengah tujuh! Kyaaa!!!!
"Ran-neechan, ada apa?" "C-conan-kun.. Ah,, aku.... Terlambat saja kokk"
Aku mandi dan buru buru sarapan.. Lalu aku pergi..
"Hoooii!!! Ayo ayah antar!!!" seru seorang detektif swasta, Kogoro Mouri..
"Aku sudah bukan anak kecil lagi Ayah!" balasku kesal.
Ahh.. Untungnya aku sampai duluan..
Ehhhhh!!!!????
Bagaimana...
S-sungguh tega...
Jadi.. Perasaanku hanya dipermainkan..
Tik.. Tik.. Tik..
Air mataku mengalir diam.
Bagaimana.... Shiho.. Shinichi..
Aku pergi ke kelas diiringi suasana ribut sekolah.
"Ran.. Ada apa??" tanya sahabatku. Sonoko.
"K-Kau... Tidak.."
"uuh.. Ada Shinichi tuh.. Yakin gak mau bilang?"
Yaa.. Memang sih aku mmmendam perasaan ini selama bertahun tahun..
"Ogah.. Coba kau lihat di luar"
"Ba-baiklah."
"Hei.. Sahabat mu tuh.. Sejak datang cuek aja nih.." kata Sonoko pada Shinichi.
Shinichi segera memasuki kelas mencariku.
"Ran"
"Apa lagi kau? Mau patah tulang?? Ayo lakukan lagi." jawabku.
"m-maksudmu?"
Aku hanya membalas dnngan senyuman.. Dengan air mata mengalir.
"R-ran!"
Terlambat.
S
K
I
P
Pulang
"Hey! Barengan yuk"
"Siapa yang mau sama kamu? Bagaimana bisa kau tidak mengerti air mataku?"
"Tadaima.."
Seruku saat ku pulang.
Gririiinngg..
"Moshi-moshi. Kantor detektif Mouri.?"
"Hey.."
Entah kenapa.. Air mataku mnngalir lagi..
"Mau apa kau?"
"Heyyy.. Tadi itu Kaito... Tadi aku, sonoko, kaito, dan shiho nyusun rencana"
"Huh"
"Aku tahu kau tak percaya. Tapi, tanya saja pada Kaito"
Setelah ia menutup telepon dan menelepon kaito, ia menelpon shinichi kembali.
"M-mosh...i."
"Hey. Kenapa kau menangis? Kayak pasangan aja kita berdua nih.."
"a-a..."
"hubungan kita kan, hanya sebatas teman??"
"I-iya.."
"Tapi tidak lagi.. Lihatlah di depan rumahmu"
Bersambung. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar